Komentar JJ Rizal Jelang Pilgub DKI 2017

Sejarawan dan tokoh muda Betawi, JJ Rizal akan mengajak bakal calon Gubernur DKI Jakarta Rizal Ramli untuk mengunjungi Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin di Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Lawatannya kali ini dilakukan untuk menengok masalah sejarah dan kebudayaan Jakarta. .Nanti acara makan siang sambil diskusi dengan Pak Rizal saya minta pindah ke PDS HB Jassin. Saya ingin ajak Pak Rizal lihat masalah sejarah dan kebudayaan di Jakarta via warisan Bang Ali Sadikin yang saat ini terbengkalai itu.

Menurutnya, warisan mantan Gubernur Jakarta itu penting bagi Rizal Ramli. Sebagai bakal calon Gubernur Jakarta, Rizal Ramli dapat memahami bagaimana Jakarta seharusnya dibangun. Tokoh muda Betawi itu pun juga sedikit menyesalkan PDS HB Jassin tidak mendapat dana dari Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, pertemuan nanti rencananya juga akan ada membahas seputar Pilkada DKI yang akan berlangsung tidak lama lagi.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai tidak memahami sejarah Jakarta. Hal itu dilontarkan sejarawan sekaligus tokoh muda Betawi, JJ Rizal. “Ahok ini enggak paham sejarah. Dari Monas dibikin ruang taman sudut pandang, kita harus ngerti lho Monas itu ruang sakral. Itu ada peruntukannya. Jadi, kayak Setu Babakan gitu ya, saya sendiri orang Betawi kalau pergi ke sana bingung itu arsitektur bangunannya Betawi dari mana? Tapi yang diributin Pak Ahok korupsi materialnya, korupsi kulturalnya kok enggak diributin?,” sindir JJ Rizal saat ditemui di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Selanjutnya kata dia, jika nantinya mantan Bupati Belitung Timur itu terpilih memimpin Jakarta, Ahok seharusnya tidak melulu mengurusi pembangunan yang sifatnya fisik material semata. Sementara, mengenai kiprah Ahok yang dianggap kerap menggusur rakyat kecil, Rizal punya pandangan sendiri.

 

Seharusnya Pak Ahok harus fair, bahwa Jakarta memang krisis ruang terbuka hijau (RTH). Tapi pertanyaannya, kalau mau gusur mereka yang tinggal di bantaran sungai karena dianggap mengambil RTH. Pertanyaan saya, yang ngambil RTH paling banyak bukan mereka di pinggir kali, tapi konglomerat properti. Ia juga mengkritisi kebijakan Ahok yang menggusur kawasan Pasar Ikan di wilayah Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Dikutip dari berita Okezone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s