Blog

Masyarakat Tidak Ingin Ahok lagi di Pilgub DKI 2017

Puluhan warga DKI Jakarta yang tergabung dalam Barisan RT/RW (Baret) menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai petahana calon Gubernur DKI Jakarta. Mereka bergabung dengan ribuan massa Hizbut Tahrir yang sedang menggelar demonstrasi menolak pemimpin kafir di Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Koordinator Baret, Munajat menuturkan, kebijakan-kebijakan Ahok semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta sudah banyak yang terbukti bertentangan dengan syariat Islam. Ia mencontohkan, larangan Ahok untuk memotong hewan kurban di halaman masjid.

“Potong kambing di masjid yang menjadi ritual umat Islam tidak dibolehin, maka fardu ain hukumnya menolak gubernur kafir,” kata Munajat dalam orasinya di tengah-tengah ribuan massa Hizbut Tabrir, Minggu (04/9/2016). Tidak hanya itu, Munajat juga menyoroti masalah KTP yang saat ini meresahkan masyarakat. Menurutnya, hal itu salah satu ketidakmampuan Ahok memimpin DKI Jakarta sebagai gubernur.

“Lihat saja yabg baru-baru ini, masyarakat diresahkan dengan sulitnya mengurus KTP. Ini merupakan ketidakmampuan Ahok memimpin Jakarta,” pungkasnya.

Dilansir dari berita Okezone

Irjen Abdul Jabbar Benny Mokalu Calon di Pilgub DKI 2017

Bakal calon wakil gubernur (bacawagub) DKI Jakarta, Irjen Abdul Jabbar Benny Mokalu, hari ini melakukan kunjungan ke Kantor Redaksi MNC Media. Pria yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Staf Ahli Sosbud Kapolri ini datang ke MNC Media dalam rangka safari mensosialisasikan sosoknya yang akan turut serta dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Dalam lawatannya, mantan Kapolda Bali yang akrab disapa Bang Benny ini datang bersama puluhan relawannya sekira pukul 17.00 WIB. Perwira tinggi Korps Bhayangkara ini sengaja datang ke MNC Media dalam rangka bekerja sama untuk membantu mensosialisasikan sosoknya kepada warga Ibu Kota.

Pihak MNC Media pun menyambut baik safari politik yang dilakukan Bang Benny. Direktur Pemberitaan MNC Media, Arya Sinulingga, dalam pertemuan ini menyatakan pihaknya sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin bekerja sama. Apalagi kerjasama itu untuk kemajuan bangsa dan negara. Safari politik yang berlangsung sekira 2 jam itu terlihat sangat hangat. Bang Benny yang datang ditemani puluhan relawannya berbagi sudut pandang dengan perwakilan MNC Media seputar pembangunan di Jakarta, baik kekurangan maupun kelebihannya yang bisa dilanjutkan.

Bakal calon wakil gubernur (bacawagub) DKI Jakarta, Irjen Abdul Jabbar Benny Mokalu, menyatakan akan mengerahkan 3.000 relawan untuk bergerak ke basis masyarakat terbawah di Ibu Kota. Para relawan yang sejak satu tahun kemarin turun ke warga dari rumah kerumah, dan saat ini akan terus dimassifkan sosialisasi sampai pertengahan September besok. Ribuan relawan itu menjelaskan tentang Bang Benny mulai dari sosoknya, prestasi kerja, motivasi menjadi wakil gubernur, dan program-program unggulan yang akan diberikan kepada warga Jakarta. Bacawagub yang memperkenalkan tagline ‘Jakarta Aman dan Sejahtera’ ini gencar meyakinkan warga DKI tentang berbagai program unggulannya.

Bang Benny juga meyakini atas kerja para relawannya tersebut akan membuat kandidat gubernur DKI Jakarta akan mememinangnya sebagai pasangan di Pilkada DKI 2017. Seperti diketahui, hari ini bacawagub DKI Jakarta, Irjen Abdul Jabbar Benny Mokalu, melakukan kunjungan ke Kantor Redaksi MNC Media. Pria yang masih aktif menjabat sebagai Staf Ahli Sosbud Kapolri ini datang ke MNC Media dalam rangka safari mensosialisasikan sosoknya yang akan turut serta dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dikutip dari berita Okezone

Komentar JJ Rizal Jelang Pilgub DKI 2017

Sejarawan dan tokoh muda Betawi, JJ Rizal akan mengajak bakal calon Gubernur DKI Jakarta Rizal Ramli untuk mengunjungi Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin di Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat. Lawatannya kali ini dilakukan untuk menengok masalah sejarah dan kebudayaan Jakarta. .Nanti acara makan siang sambil diskusi dengan Pak Rizal saya minta pindah ke PDS HB Jassin. Saya ingin ajak Pak Rizal lihat masalah sejarah dan kebudayaan di Jakarta via warisan Bang Ali Sadikin yang saat ini terbengkalai itu.

Menurutnya, warisan mantan Gubernur Jakarta itu penting bagi Rizal Ramli. Sebagai bakal calon Gubernur Jakarta, Rizal Ramli dapat memahami bagaimana Jakarta seharusnya dibangun. Tokoh muda Betawi itu pun juga sedikit menyesalkan PDS HB Jassin tidak mendapat dana dari Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, pertemuan nanti rencananya juga akan ada membahas seputar Pilkada DKI yang akan berlangsung tidak lama lagi.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai tidak memahami sejarah Jakarta. Hal itu dilontarkan sejarawan sekaligus tokoh muda Betawi, JJ Rizal. “Ahok ini enggak paham sejarah. Dari Monas dibikin ruang taman sudut pandang, kita harus ngerti lho Monas itu ruang sakral. Itu ada peruntukannya. Jadi, kayak Setu Babakan gitu ya, saya sendiri orang Betawi kalau pergi ke sana bingung itu arsitektur bangunannya Betawi dari mana? Tapi yang diributin Pak Ahok korupsi materialnya, korupsi kulturalnya kok enggak diributin?,” sindir JJ Rizal saat ditemui di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Selanjutnya kata dia, jika nantinya mantan Bupati Belitung Timur itu terpilih memimpin Jakarta, Ahok seharusnya tidak melulu mengurusi pembangunan yang sifatnya fisik material semata. Sementara, mengenai kiprah Ahok yang dianggap kerap menggusur rakyat kecil, Rizal punya pandangan sendiri.

 

Seharusnya Pak Ahok harus fair, bahwa Jakarta memang krisis ruang terbuka hijau (RTH). Tapi pertanyaannya, kalau mau gusur mereka yang tinggal di bantaran sungai karena dianggap mengambil RTH. Pertanyaan saya, yang ngambil RTH paling banyak bukan mereka di pinggir kali, tapi konglomerat properti. Ia juga mengkritisi kebijakan Ahok yang menggusur kawasan Pasar Ikan di wilayah Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Dikutip dari berita Okezone

Cara Sandiaga Uno Dekati PKB Untuk Dukung Pilgub DKI 2017

Terlihat pemandangan menarik ketika deklarasi bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno oleh DPW PKB di Pondok Pesantren Al-Qudwah Al-Muqoddasah, Cakung, Jakarta Timur. Sandiaga terlihat memakai kopiah kranji seperti yang sering dipakai oleh almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Menurut Sandiaga, ia pertama kali mengenal kopiah kranji dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Ada filosofi mengenai kopiah tersebut, kata Sandiaga, kopiah tersebut adalah bagian tradisi nusantara. “Dan pesantren adalah masa depan Indonesia,” katanya. Gus Dur juga yang mengajarkannya sewaktu awal sebagai pengusaha sehingga bisa membangun ekonomi Indonesia sampai sekarang. Baginya, nilai-nilai Gus Dur yang saat ini diadopsi oleh Sandiaga adalah demokrasi sejuk yang tidak memecah belah dan tidak memaki-maki.

Sementara itu, Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas mendeklarasikan dukungan ke Sandiaga Uno karena dianggap berakhlak. “Dia ditunjuk karena sholeh dan berakhlak. Kita rasa Pak Sandi bisa berjuang bersama PKB. Memperjuangkan kaum lemah seperti Gus Dur,” ujar Hasbiallah. Gus Dur lanjut Sandi, juga yang mengajarkannya sewaktu awal sebagai pengusaha sehingga bisa membangun ekonomi hingga saat ini. Kemudian nilai-nilai Gus Dur yang saat ini diadopsi olehnya menurut Sandi merupakan demokrasi sejuk yang tidak memecah belah dan tidak mengandung unsur caci maki.

Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas telah mendeklarasikan dukungan ke Sandiaga Uno. “Dia ditunjuk karena sholeh dan berakhlak. Kita rasa Pak Sandi bisa berjuang bersama PKB. Memerjuangkan kaum lemah seperti Gus Dur,” sebut Ilyas.

Dilansir dari berita Okezone

KPU DKI Masih Banyak Kendala Jelang Pilgub DKI

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan masih memiliki banyak kendala menjelang masa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. Kendala yang dihadapi KPU DKI itu banyak, karena pendataan pemilih di Jakarta cukup banyak, mobilitas cukup tinggi. Seperti, pendataan daftar pemilih yang tinggal di apartemen, warga gusuran yang direlokasikan. Bahkan, warga Jakarta yang tinggal di lapas nanti untuk pemilihan gimana, kita mesti pikirkan.

Selain itu, lanjut Sumarno, persoalan e-KTP masih menjadi perdebatan oleh berbagai pihak. Pasalnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta setiap warga Jakarta yang ingin memilih harus memiliki e-KTP.

Sementara KPU DKI Jakarta akan melakukan pemutakhiran data atau pencocokan data pemilih pada 8 September sampai 7 Oktober 2016. Hal itu dilakukan untuk mendata warga Ibu Kota yang memiliki hak sura pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Dimuat dari berita Okezone

Megawati Ingin Ahok dan Djarot Kembali Terpilih

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengklaim dirinya mendapatkan dukungan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju di Pilgub DKI 2017. Menurutnya, Mega merestui dirinya berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Ahok, bentuk dukungan dari Megawati mengacu opsinya dalam mengusung bakal calon gubernur, dan salah satunya opsinya adalah mengusungnya dalam Pilgub DKI. Ahok menegaskan, yang pasti apabila partai berlambang banteng itu mendukungnya, dia tidak perlu lagi melakukan uji kelayakan.

Ahok menambahkan, Megawati merestui dirinya berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat yang kini menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Djarot sendiri merupakan kader PDIP. Beliau tetap saya dengan Djarot, beliau setuju, sinyalnya kalau PDIP berarti sama Pak Djarot, beliau bilang kan, kalau Pak Heru kan enggak kenal, mesti mendaftar. Pak Heru kan tidak mendaftar ke PDIP,” pungkas Ahok.

Dikutip dari berita Okezone